FUNGSI DAN MODEL KEWIRAUSAHAAN
I. PENDAHULUAN
Nikmat hidup ini hendaknya dapat disikapi dengan rasa syukur kepadaNya yang telah memberikan kehidupan bagi semua makhluk Nya yang mengemban segala titah dan perintahnya disertai karunia yang tak kan dapat terhitung jumlah bilangannya.Hal ini merupakan upaya untuk membentuk komunitas”business entrepreneur” melalui implementasi model EMANE yang pada gilirannya diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi bangkitnya kembali kejayaan perekonomian indonesia yang dalam hal ini mengacu pada kewirausahaan.Kewirausahan merupakan keterampilan yang sebenarnya dibutuhkan oleh semua orang dalam hidup dan kehidupannya [1].Dalam hal ini kami akan memaparkan tentang fungsi dan model kewirausahaan
II. RUMUSAN MASALAH
A. Fungsi Kewirausahaan
B. Model Kewirausahaan
C. Tantangan Kewirausahaan Secara Global
III. PEMBAHASAN
A. Fungsi Kewirausahaan
Ditinjau dari ruang lingkupnya fungsi wirausaha mempunyai dua fungsi yaitu fungsi makro dan fungsi mikro
* Dari fungsi makro, wirausaha berfungsi sebagai:
penggerak, pengendali dan pemacu perekonomian nasional suatu bangsa, sekaligus merupakan kekuatan ekonomi negara sehingga negara tersebut mampu menjadi kekuatan ekonomi dunia handal yang didukung oleh perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan inovasi.
Dengan adanya hasil peneman ilmiah, penelitian, pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi rekayasa, telah mampu menghasilkan kreasi-kreasi baru dalam produk berupa barang dan jasa yang berskala global.Perlu diketahui bahwa dalam teori makro kita menggolongkan orang-orang atau lembaga yang melakukan kegiatan ekonomi menjadi lima kelompok besar,yaitu:[2]
a) Rumah Tangga
b) Produsen
c) Pemerintah
d) Lembaga-lembaga keuangan
e) Negara-negara lain
Semuanya ini merupakan hasil dari proses dinamis wirausaha yang kreatif inovatif, sekaligus mampu menciptakan lapangan kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Dengan demikian ,pada hakekatnya wirausahalah yang berani ambil risiko, memimpin dan mendorong pertumbuhan ekonomi, karena tanpa dorongan, energi, dan dedikasi wirausaha, maka pembentukan investasi pada perusahaan2 baru tidak akan pernah terjadi. Menurut JB Say, wirausaha adalah: Orang yang menggeser sumber2 ekonomi dari produktivitas terendah menjadi produktivitas tertinggi dan berlimpah ruah.
Menurutnya wirausahalah yang menghasilkan perubahan, dimana perubahan tersebut dilakukan tidak dengan mengerjakan sesuatu yang lebih baik, tetapi dengan melakukan sesuatu yang berbeda (” not by doing things better, but by doing something different”).
Secara kualitatif, peranan wirausaha melalui usaha kecilnya tidak diragukan lagi, yaitu melalui :
1. Usaha kecil dapat memperkokoh perekonomian nasional melalui berbagai keterkaitan fungsi usaha, seperti fungsi suplier, fungsi produksi, fungsi distribusi dan pemasaran bagi out put industri besar. Usaha kecil berfungsi sebagai transformator antar sektor yang mempunyai kaitan kedepan maupun ke belakang (forward and backward linkages).
2 Usaha kecil dapat meningkatkan efisiensi ekonomi,khususnya dalam menyerap sumberdaya yang ada, usaha kecil juga sangat fleksibel, karena dapat menyerap tenaga kerja lokal, sumberdaya lokal dan meningkatkan sumberdaya manusia menjadi wirausaha yang tangguh
3. Usaha kecil dipandang sebagai sarana pendistribusian pendapatan nasional, alat pemerataan berusaha dan pemerataan pendapatan (wealth creation prcess), karena jumlahnya yang tersebar baik di perkotaan maupun pedesaan..
* Ditinjau dari fungsi mikro, peran wirausaha adalah:
penanggung risiko dan ketidakpastian, mengombinasikan sumber kedalam cara-cara yang baru dan berbeda untuk menciptakan nilai tambah dan usaha-usaha baru.
Menurut Marzuki Darusman, dalam melakukan fungsi mikronya, secara umum wirausaha mempunyai dua peran yaitu :[3]
(1) Sebagai penemu (inovator)
(2) Sebagai perencana (planner)
Senajutnya sebagai inovator, wirausaha berperan dalam menemukan dan menciptakan :
(a) The new product
(b) The new technology
(c) The new image and idea
(d) The new organization.
Sedangkan sebagai planner, wirausaha berperan dalam merancang :
(a) Corporate plan
(b) Corporate strategy
(c) Corporate image & idea
(d) Corporate organization.
Sementara itu menurut Zimmerer, fungsi wirausaha adalah menciptakan nilai tambah barang dan jasa di pasar melalui proses pengkombinasian sumberdaya dengan cara-cara baru yang berbeda agar dapat bersaing dan mempunyai advantage. Nilai tambah tersebut diciptakan melalui:
1. Developing new technology
2. Discovering new knowledge
3. Improving existing goods and services
4. Finding different ways of providing more goods services with fewer resources.
Selain entrepreneur istilah lain yg juga dikenal adalah konsep ”intrapreneur ” yaitu orang yg tidak menemukan sesuatu (produk) yang baru, tetapi menggunakan temuan orang lain dan dipakai pada unit usaha misal dalam membuat design suatu produk yang sesuai dengan permintaan pasar.Fungsi intrapreneur adalah ”duplicating new product,and imitating new technology. Hal ini berbeda dengan benchmarking yang berkembang dikalngan manajer dan wirausaha di Jepang dan Australia. Pada benchmarking selain meniru juga mengembangkan produk melalui pengembangan teknologi baru (imitating and developing product) atau imitation with modification. Dari beberpa difinisi diatas dapat disimpulkan bahwa wirausaha adalah perintis dan pengembang perusahaan yang berani mengambil risiko dalam menghadapi ketidak pastian , dengan cara mengelola sdm, material, dan keuangan untuk mencapai tingkat keberhasilan tertentu yang diinginkan. Salah satu kunci keberhasilannya adalah memiliki tujuan dan visi untuk mencapai tujuan tersebut..
Dalam fungsi mikro pada tatanan mikroekonomi sesuai dengan namanya maka mikroekonomi mencakup lingkup ekonomi yang kecil. Mikroekonomi mempelajari perilaku berkaitan dengan keputusan-keputusan yang diambil oleh satuan-satuan ekonomi individual yang antara lain:[4]
a) Rumah tangga
b) Tenaga kerja
c) Pemilik modal
d) Pemilik tanah kewirausahaan
e) Perusahaan rumah tangga produksi
B. Model Kewirausahaan
Berbagai pengelompokan dilakukan oleh para ahli dalam mengemukakan profil wirausaha. Ada yang berdasarkan kepemilikannya, ada yang berdasar perkembangannya dan ada yang berdasar kegiatan usahanya. Disamping itu ada pengelompokan kewirausahaan berdasarkan perannya, seperti yang dikemukakan Roopke berikut ini :
1. Kewirausahaan rutin (wirt).Y aitu wirausaha yang dalam melakukan kegiatan sehari-harinya cenderung menekankan pada pemecahan masalah dan perbaikan standar prestasi tradisional. Fungsi wirausaha rutin adalah mengadakan perbaikan-perbaikan terhadap standar tradisional, bukan penyusunan dan pengalokasian sumber-sumber. Wirausaha ini cenderung untuk menghasilkan barang, pasar, teknologi, misalnya seorang pegawai atau manajer. Wirausaha rutin dibayar dalam bentuk gaji.
2. Kewirausahaan arbitrasi yaitu:wirausaha yang selalu mencari peluang melalui kegiatan penemuan (pengetahuan) dan pemanfaatan (pembukaan). Misalnya, bila tak terjadi equilibrium dalam penawaran dan permintaan pasar, maka ia akan membeli dengan murah dan menjualanya dengan mahal. Kegiatan kewirausahaan arbitrase tidak perlu melibatkan pembuatan barang dan tak perlu menyerap dana pribadi wirausaha. Kegiatannya melibatkan spekulasi dalam memanfaatka perbedaan harga jual dan harga beli.
3. Wirausaha inovatif yaitu wirausaha dinamis yang menghasilkan ide-ide dan kreasi baru yang berbeda. Dia merupakan promotor, tidak saja dalam memperkenalkan teknik baru maupun produk baru, tetapi juga dalam hal pasar, sumber pengadaan, peningkatan tenik manajemen, metode distribusi baru. Dia mengadakan proses dinamis pada produk, proses, hasil, sumber pengadaan, dan organisasi baru.
Sedangkan Zimmerer mengelompokan model kewirausahaan menjadi :
1. Part time entrepeneurs
yaitu wirausaha yang melakukan usahanya hanya menggunakan sebagiansaja dari waktu kerjanya, hanyas ebagai hoby.
2. Home base new ventures, yaitu usaha yang dirintis dari rumah tempat tinggalnya.
3. Family – owned business yaitu usaha yang dilakukan/dimiliki oleh beberapa anggota keluarga secara turun temurun.
4. Copreneurs,yaitu usaha yang dilakukan oleh dua orang wirausaha yang bekerja sama sebagai pemilik dan menjalankan usahanya secara bersama-sama.[5]
5. Women Entrepreneur, yaitu usaha bisnis yang ditekuni oleh wanita yang didorong faktor-faktor tertentu. seperti ingin memperlihatkan prestasinya, membantu ekonomi rumah tangga dan lain-lain.
6. Minority Entrepreneur, yaitu usaha bisnis yang ditekuni oleh kelompok minoritas disuatu daerah, kemudian membentuk organisasi minoritas di kota-kota tertentu.seperti para perantau dan lain-lain.
7. Immigrant Entrepreneurs, yaitu usaha yang ditekuni oleh kaum pendatang yang dimulai dari berdagang kecil-kecilan sehingga menadi perdagangan tingkat menengah.
C. Tantangan Kewirausahaan secara global
Dalam menghadapi tantangan global, diperlukan inovasi untuk menumbuhkan semangat kewirausahaan. Apalagi saat ini pasar global sedang menghadapi perbaikan yang akan memberikan banyak peluang bagi para wirausahawan di pasar perdagangan yang baru.
Pada saat perekonomian dunia dan sektor-sektor utama bisnis sedang menghadapi tantangan yang luar biasa, kita perlu terus berinovasi dan menumbuhkan semangat kewirausahaan
Tantangan Kewirausahaan Dalam Konteks Global.Sejalan dengan semakin meningkatnya persaingan global belakangan ini, semakin banyak pula tantangan yang harus dihadapi. Setiap negara harus mampu menunjukan keunggulan masing-masing sumberdaya nya, karena dengan demikian akan mampu memenangkan persaingan.
Negara-negara yang memiliki keunggulan bersaing adalah Negara-negara yang dapat memberdayakan sumberdaya ekonominya dan sumberdaya manusianya secara efektif dan efisien. Guna memberdayakan sumberdaya ekonomi diperlukan sumberdaya manusia yang kreatif. Dalam buku Kewirausahaan adanya manajerial SDM yang dapat dijabarkan dalam fungsi manajerial yang meliputi:[6]
a) Analisis Jabatan
b) Perencanaan tenaga kerja
c) Pengadaan Karyawan(Penarikan dan Seleksi)
d) Pelatihan dan Pengembangan
e) Kebijakan Kompensasi
f) Perencanaan Karier
g) Kebijakan Kesejahteraan
h) Pemutusan Hubungan Kerja
Dalam hal ini menurut Vladimir Pucik dalam artikel berjudul Globalization and Human Resource Management diterangkan bahwa sebagian besar perusahaan global harus mengubah strategi dengan meningkatkan partisipasi karyawan local nasional dalam anajemen seberang lautan sebagai pembantu (the management of overseas subsidiaries)
Dalam rangka memenuhi tantangan perusahaan global yang memfokuskan pengembangan pada 3 elemen yakni: organizational learning,continuos improvement dan competitive cultures,maka SDM Indonesia harus sanggup menggeser orientasi administrative ke orientasi yang bersifat proses(teknis yang tujuannya adalah Agar sumber daya manusia global (global human resource) harus mampu menunjang top management dalam memformulasikan sekaligus menerapkan strategi-strategi global dengan efektif secara bertanggung jawab.Ada 3 hal penting yang harus dimiliki SDM global yakni sebagai berikut:[7]
a) Mampu mempelajari (learning) prinsip-prinsip persaingan global secara mendalam
b) Pengetahuan yang solid (solid knowledge) tentang strategi yang harus dikombinasikan dengan pengalaman professional yang bersifst globalisasi
c) SDM global mampu menyiapkan alat dan metode untuk menanggulangi para pesaing global(mampu menganalisis strategi para pesaing)
III. KESIMPULAN
Dalam makalah diatas dapat disimpulkan bahwa:
1. Fungsi kewirausahaan yakni ada2 fungsi makro dan fungsi mikro
2. Model Kewirausahaan ada 2 pendapat:
menurut Roopke: Kewirausahaan rutin (wirt). Kewirausahaan arbitrasi Wirausaha inovatif
menurut Zimmerer: Part time entrepreneur,Home base new ventures Family – own business, Copreneurs, Women Entrepreneur, Minority Entrepreneur, Immigrant Entrepreneurs
3. Tantangan Kewirausahaan Dalam Konteks Global.Sejalan dengan semakin meningkatnya persaingan global belakangan ini, semakin banyak pula tantangan yang harus dihadapi. Setiap negara harus mampu menunjukan keunggulan masing-masing sumberdaya nya, karena dengan demikian akan mampu memenangkan persaingan.
IV. PENUTUP
Demikian makalah yang dapat penulis sajikan. Penulis telah berusaha keras demi terwujudnya makalah yang sempurna, namun demikian kelemahan disana sini tentulah masih ada. Oleh karena itu, penulis senantiasa mengharapkan kritik dan saran konstruktif dari para pembaca, sehingga terjadi suatu sinergi yang pada akhirnya membuat pikiran ini bisa lebih disempurnakan lagi di masa yang akan datang. Dan semoga makalah ini dapat bermanfaat dan menambah khazanah keilmuan kita. Amin...
DAFTAR KEPUSTAKAAN
Alma, Buchari Kewirausahaan, (CV ALFABETA, Bandung: 200).
Boediono, Pengantar ilmu Ekonomi Makro no 2, (BPFE,Yogyakarta:2005).
Kasmir,Kewirausahaan, (PT Raja Grafindo Persada,Jakarta:2009).
Prawirosentono, Suyadi,MBA Pengantar Bisnis Modern, (PT Bumi Aksara,Gakarta: 2002).
Suherman, Eman, Desain Pembelajaran Kewirausahaan, (Alfabeta, Bandung:2008).
Tri Kunawangsih P,Pengantar Ekonomi Mikro, (Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Trisakti, Jakarta: 2000).
http://wimamadiun.com/materi/sandy/kewirausahaan/BAB03.pdf
[1]Eman Suherman, Desain Pembelajaran Kewirausahaan, (Alfabeta, Bandung:2008), hlm. 2
[2]Boediono,Pengantar ilmu Ekonomi Makro no 2, (BPFE,Yogyakarta:2005), hlm. 10
[4] Tri Kunawangsih P,Pengantar Ekonomi Mikro, (Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Trisakti, Jakarta: 2000), hlm. 16
[5]Buchari Alma, Kewirausahaan, (CV ALFABETA, Bandung: 200), hlm. 28-30
[6] Kasmir,Kewirausahaan, (PT Raja Grafindo Persada,Jakarta:2009), hlm. 144
[7] Suyadi Prawirosentono,MBA Pengantar Bisnis Modern, (PT Bumi Aksara,Gakarta: 2002), hlm. 86
Tidak ada komentar:
Posting Komentar